Home Berita Belajar Merdeka Dengan Cooking Class dan Edukasi Perjuangan Untuk Anak Yatim

Belajar Merdeka Dengan Cooking Class dan Edukasi Perjuangan Untuk Anak Yatim

198
0

Hari ini, menyambung sejarah perjuangan para pahlawan, BMH memperingati hari kemerdekaan yang bertepatan juga dengan bulan Muharram 1444 H, bulan yang menjadi momentum hijrah bagi umat Islam. Sebagai tonggak sejarah panjang umat manusia. Dua momentum yang sangat bersejarah bagi kita semua.

“Alhamdulillah, agenda belajar merdeka sebagai rasa syukur dalam mengisi dan memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia dengan menapaktilasi semangat hijrah bulan Muharram 1444 H bagi anak yatim semoga bisa memberikan nuansa berbeda. Terimakasih kepada para donatur, mitra dan seluruh anak-anak yatim yang telah datang untuk ikut bersama dalam kegiatan hari ini.” Jelas Amil BMH, Agus Tarmuji, Rabu (17/8/22) di Semarang.

Rangkaian agenda memeriahkan dan menapaktilasi bulan kemerdekaan dirancang BMH dan mitra untuk anak-anak yatim, semoga bisa mengedukasi, menghibur dan memberi semangat akan pentingnya mencapai sebuah cita-cita masa depan.

“Terimakasih kakak-kakak BMH, hari ini banyak pelajaran yang saya dapat, pengalaman pertama masuk mall dan bermain diwahana bermain orang kaya, semoga saya bisa lebih giat belajar, lebih bersyukur dan terus berusaha sebagaimana semangat para pejuang difilm yang diputar untuk bisa merdeka.” Cerita Fela Medina.

Event Muharram Bangkit ini sejalan dengan Pendidikan Berkualitas dalam program SDGs dalam menjamin kualitas pendidikan yang Inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.

Pendidikan harus bisa menjadi patron bukan hanya dalam hal pendidikan formal tapi pendidikan adalah pola yang ditransformasikan kepada anak didik agar mampu mengubah pola pikir anak bangsa dan pendidikan inovatif yang mendorong kreativitas dan daya inovatif anak bangsa.

Generasi muda sebagai agen inovasi yang dapat memberikan kontribusi penting dan signifikan untuk menerapkan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan yang aplikatif.

“50 anak yatim yang hari ini mengikuti cooking class, tur buah, menonton film perjuangan dan belajar dalam wahana edukasi yang disediakan trans studi mini ini kita harapkan dimasa mendatang dapat menjadi pahlawan-pahlawan bangsa di masanya nanti.” Pungkas Agus Tarmuji. /YusranYauma